July 23, 2019 jejakkakirani

We played basketball together. He was straight, I wasn’t. He used to tell me about the girl he was seeing. And it killed me inside… Sepasang sepatu basket berwarna putih yang kulitnya sudah terkelupas di sana-sini terpampang di dalam sebuah kotak kaca. Sebuah sepatu basket biasa yang mungkin terlihat tak istimewa. Namun bagi dia, sepasang sepatu basket itu boleh jadi merupakan benda teristimewa sebab, lewat sepatu itu, ia mengenang cintanya yang tak berbalas. Di sudut lain sebuah gaun pengantin putih terbuat dari kain brokat berkualitas prima dihiasi manik-manik kecil berdiri kokoh. Gaun itu, dulunya adalah calon gaun pengantin yang akan…

March 13, 2019 jejakkakirani

Pagi hari! Dari balik jendela di sebuah penginapan di suatu pedesaan di daerah Surrey, aku menatap takjub. Hari itu hari Natal, maka deretan toko-toko mungil di depan penginapan sudah pasti tutup. Sesekali terdengar suara orang bercakap-cakap, tetapi tetap saja keheningan sekaligus keelokan tempat ini membuat hatiku meleleh. Sepasang burung hinggap di ranting gundul. Langit biru. Sinar matahari malu-malu menerobos jendela kamar. Hari kedua road trip kali ini akan diisi dengan berjalan-jalan di pusat kota Surrey sebelum sore nanti menuju ke London. Dalam perjalanan menuju London, kami merencanakan untuk mampir sebentar ke setting film natal romantis berjudul The Holiday. Sebagai fans garis keras Jude Law, berkunjung ke setting salah satu fimnya itu penting….

March 3, 2019 jejakkakirani

Buatku, negara di Eropa itu tidak ada yang sekeren Spanyol. Spanyol, negara dimana waktu seakan berhenti. Cobalah sesekali kamu menyesatkan diri di lorong-lorong sempit kota-kota di negara ini. Menyapa dan menghirup aroma paella dan sangria, lalu berjingkat-jingkat kemayu bak penari flamenco. Spanyol, mulai dari Barcelona hingga Malaga, telah memikatku. Belum lagi senyum ramah dari para penghuninya membuatku merasa Spanyol bagaikan tanah air ketigaku. Menariknya, setiap kota di Spanyol punya nuansa yang berbeda. Barcelona jelas bertolak belakang dengan Granada, misalnya. Madrid, yang merupakan ibukota negara tersebut, nyatanya tak segemerlap Barcelona. Sebagai pecinta kota besar sekaligus penikmat bangunan tua, Spanyol bagaikan satu paket…

January 5, 2019 jejakkakirani

London dini hari. Masih pertengahan musim gugur. Saya terbangun bahkan ketika matahari belum juga muncul. Jetlag. Hari itu adalaha hari pertama saya berada di negara ini setelah sebelumnya membaui udara tropis yang jarak waktunya 6 jam lebih cepat dari Inggris. Hostel tempat saya menginap berada di daerah Kensington. Saya ingat, tak jauh dari stasiun underground Gloucester Road yang jaraknya hanya sekitar 5 menit jalan kaki dari hostel, berjejer kafe yang biasanya memang buka pagi hari. Tapi, sekarang masih jam lima pagi, Bung! Masih harus menunggu sekitar dua jam lagi dan saya baru bisa menyantap sebuah almond croissant sambil menyesap coklat panas. Setengah delapan…