October 21, 2017 jejakkakirani

Peak District di daerah Midland England memang membuat saya termehek-mehek. Pemandangannya yang ulala membuat saya ingin menjelajahi setiap kilometer perseginya. Sebagai info, desa cantik yang terkenal yang bernama Edensor itu berada di salah satu sudut Peak District. Bulan itu, di awal musim semi, saya kembali berkunjung ke Sheffield. Sheffield merupakan kota besar yang berjarak cukup dekat jika ingin menjelajahi Peak District. Berbekal brosur dan leaflet mengenai Peak District dan rute walking trail milik teman, saya memutuskan untuk menjelajahi suatu daerah(namanya saya lupa) yang menurut saya instagramable, medannya lumayan mudah, jalannya hanya sekitar tiga hingga empat kilo. Untuk menuju daerah ini, saya harus bergi ke Bakewell, sebuah…

September 23, 2017 jejakkakirani

  Pada kanal-kanal di Leiden aku berkisah tentang rindu yang datang dan pergi sesuka hati tentang sepi dan hingar bingar yang datang silih berganti tentang tumpukan buku-buku tua dengan wangi khas yang  membuatku haru biru tentang sabar yang konon seharusnya tak berbatas tentang lontong gimbal dan rujak cingur yang tak ada di sini tentang menemukan ‘rumah’ di kota-kota persinggahan yang lantas membuatku enggan untuku pergi Pada kanal-kanal di Leiden aku berkisah Bahwa hidup sebenar-benarnya adalah sebuah anugerah    

August 10, 2017 jejakkakirani

Saya ini impulsive traveller. Sudah tak terhitung berapa kali saya membeli tiket, baik tiket pesawat atau kereta bahkan bis, hanya karena saat itu sedang ada promo tiket murah. Destinasinya pun terkadang dipas-pasin dengan destinasi tiket promo itu. Ya habis gimana lagi! Jalan-jalan itu kebutuhan primer bagi saya, setara dengan makan, sandang, papan, internet/wifi dan gawai pintar. Nah, saking impulsifnya saya ini suka ngasal. Klik-klik lalu bayar dan….alamak…..saya biasanya lantas syok ketika melihat jam keberangkatan. Yah, sudah bukan rahasia lagi sih. Tiket promo itu terkadang hadir di jam-jam keberangkatan yang ajaib. Jam sebelas malam. Atau sekitar subuh. Kalau sudah begini, saya harus menyiapkan…

August 8, 2017 jejakkakirani

Suhu 35 derajat celcius membuat saya emosi.  Terbiasa hidup di suhu belasan derajat hingga pernah suatu kali, minus tujuh, membuat saya merutuki Roma tanpa henti. Roma di musim panas sungguh menyebalkan. Di dalam taksi yang membawa saya dari bandara  Ciampino menuju ke penginapan, saya sebenarnya patah hati. Roma tak seperti yang saya bayangkan. Dinding-dinding kusam penuh corat-coret. Dan, tambahkan saja dengan predikatnya sebagai kota dimana copet tumbuh subur dan makmur. Perkara copet Roma, suatu saat nanti akan saya ceritakan. Singkat cerita, kesan pertama saya terhadap Roma:  nggak banget! Ketika esoknya dan esoknya lagi saya menelurusi sudut-sudut Roma, penilaian saya terhadap Roma…