August 10, 2017 jejakkakirani

Saya ini impulsive traveller. Sudah tak terhitung berapa kali saya membeli tiket, baik tiket pesawat atau kereta bahkan bis, hanya karena saat itu sedang ada promo tiket murah. Destinasinya pun terkadang dipas-pasin dengan destinasi tiket promo itu. Ya habis gimana lagi! Jalan-jalan itu kebutuhan primer bagi saya, setara dengan makan, sandang, papan, internet/wifi dan gawai pintar. Nah, saking impulsifnya saya ini suka ngasal. Klik-klik lalu bayar dan….alamak…..saya biasanya lantas syok ketika melihat jam keberangkatan. Yah, sudah bukan rahasia lagi sih. Tiket promo itu terkadang hadir di jam-jam keberangkatan yang ajaib. Jam sebelas malam. Atau sekitar subuh. Kalau sudah begini, saya harus menyiapkan…

August 8, 2017 jejakkakirani

Suhu 35 derajat celcius membuat saya emosi.  Terbiasa hidup di suhu belasan derajat hingga pernah suatu kali, minus tujuh, membuat saya merutuki Roma tanpa henti. Roma di musim panas sungguh menyebalkan. Di dalam taksi yang membawa saya dari bandara  Ciampino menuju ke penginapan, saya sebenarnya patah hati. Roma tak seperti yang saya bayangkan. Dinding-dinding kusam penuh corat-coret. Dan, tambahkan saja dengan predikatnya sebagai kota dimana copet tumbuh subur dan makmur. Perkara copet Roma, suatu saat nanti akan saya ceritakan. Singkat cerita, kesan pertama saya terhadap Roma:  nggak banget! Ketika esoknya dan esoknya lagi saya menelurusi sudut-sudut Roma, penilaian saya terhadap Roma…

May 28, 2017 jejakkakirani

Jika Ed Sheeran terpikat pada gadis Galway, maka saya jatuh cinta pada kotanya. Galway, hanya 3 jam dari Dublin jauhnya. Turun di stasiun bis, matahari menyapa. Angin lembut menyelusup tubuh. Sebuah keberuntungan bisa menemui Galway dan langit biru cerahnya. Ini Irlandia! Kami adalah negara yang terbuat dari hujan, angin, dan mendung. Eyre Square siang itu padat, dipenuhi oleh orang-orang yang sedang merayakan hangatnya sinar matahari. Di salah satu sudut seberang taman ini, sebuah kafe mungilpun berjejal. Gelak tawa berbaur dengan bau bir dan kopi serta asap rokok. Untuk sesaat saya merasa tidak seperti sedang berada di luar negri. Apa bedanya…

May 21, 2017 jejakkakirani

  Seratus lima puluh anak tangga telah didaki. Langit keemasan dan deretan bangunan khas kota ini terbentang di depan mata. Sementara angin musim panas menyelinap masuk membuai tubuh hingga sedikit menggigil. Taras Widokowy, di sinilah saya berdiri. Jika ditanya, darimanakah senja indah bisa ditangkap, saya tak akan ragu menjawabnya: dari sini! Lihatlah! Langit biru berbaur dengan warna kuning keemasan, dan warna-warni bangunan yang begitu sedap dipandang. Melihat puncak keindahan Warsawa ya dari sini. Di salah satu sudut Taras Widokowy, sepasang anak manusia bercengkerama mesra. Di sudut yang lain, senyum lebar mengembang di wajah tiga orang gadis. Saya? Ah, saya hanya…