October 12, 2015 jejakkakirani 1Comment

Menapaki jembatan yang berada di atas Sungai Wear membuat saya mendadak teringat akan pemaparan tentang desa di Inggris yang sering ditemukan di buku novel anak karangan Enid Blyton. Durham, sebuah kota kecil di County Durham. Jaraknya cuma 15 menit naik kereta api dari kota terbesar di wilayah northeast: Newcastle, telah berhasil membuat saya merasa sedang berada di Inggris yang sebenarnya!


Hari minggu itu langit yang mendung dan cuaca yang lumayan dingin menemani lawatan saya di salah satu heritage citynya Inggris. Durham di hari minggu cukup ramai. Banyak orang yang datang ke sana.

“Meski weekend toko-toko di sini tutup awal,” begitu kata teman saya yang tinggal di sana. Menurutnya, Durham di hari-hari kerja (weekdays) jauh lebih sepi ketimbang di akhir pekan. Maklum, agaknya Durham -karena suasananya yang tenang- menjadi pilihan para pensiunan sebagai tempat menetap di hari tua.

Setelah trip singkat ke Durham Cathedral dan naik sebanyak 300an anak tangga menuju menara gereja, tadinya saya berniat leyeh-leyeh menikati suasana Inggris asli di pinggir sungai. Mungkin sambil mengudap fish and chips “Bells” yang  super lezat. Tapi sore itu hanya fish and chipsnya saja yang bisa saya wujudkan.

 

fish and chips in a bun

Meski tak banyak tourism spot yang saya datangi, tapi menikmati Durham ala saya adalah dengan menjelajahinya. Merasakan duduk di market square sambil melahap bekal nasi ayam cabe hijau misalnya. Atau menapaki jalan utamanya yang bukan terbuat dari aspal. Hingga menelusup ke dalam gang-gang sempit. Tapi tetap saja kastil dan katedral adalah spot wajib yang harus dikunjungi. Sebagai penggemar Harry Potter, berkunjung ke lapangan kecil  di katedral yang menjadi tempat syuting film tersebut adalah wajib hukumnya.


Sesungguhnya saya enggan meninggalkan Durham. Enggan meninggalkan atmosfer Inggris asli di tempat ini.  Dan ketika akhirnya kereta membawa saya pergi menuju ke utara, ada separuh yang hilang di hati. Durham, kutitipkan separuh hatiku bersamamu.

One thought on “Durham, Inggris yang sebenarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *