October 12, 2015 jejakkakirani 2Comment

_DSC7987

Setiba di Kelenteng Parakan, Pak Bo Dong menyambut kami. Sambutan yang hangat membuat kami langsung merasa betah dan akrab. Setelah mengobrol dan mengitari klenteng beberapa saat, kami pun memulai lawatan yang sesungguhnya. Menyusuri pecinan Parakan.

Pada awalnya, saya tak pernah tahu bahwa  kota kecil antara Temanggung dan Wonosobo ini mempunyai sebuah pecinan yang sama menariknya dengan Lasem. Meski tak sebesar Lasem, namun pecinan di Parakan lebih terawat. Rumah-rumah cina tua itu memang masih dihuni oleh pemiliknya atau oleh ahli warisnya. Sedikit analisis lebay, meski Parakan adalah sebuahkota kecil namun agaknya sebagian besar masyarakatnya hidup dari tembakau yang merupakan hasil perkebunan utama Parakan. Sehingga meski banyak generasi mudanya yang mulai merantau ke berbagai kota besar tapi Parakan bukanlah kota yang ditinggalkan.

Dari sekian rumah di pecinan Parakan, sebuah rumah sangat menyita perhatian saya. Rumah bepagar tembok yang tinggi dan berarsitektur cina-indis yang baru saja selesai di renovasi. Konon, rumah itu dulunya adalah rumah tempat tinggal seorang jagoan kungfu dari shaolin: Louw Djing Tie. Menurut cerita ahli waris rumah tersebut, dahulu sebenarnya Louw Djing Tie hanya numpang tinggal di situ. Namun, akhirnya beliau mendirikan perguruan silat di tempat itu. Di tempat itu juga pernah didirikan sebuah industri rumahan yang memproduksi obat herbal Cina.

_DSC7989
Louw Djing Tie

Di dalam rumah banyak terdapat tombak-tombak yang bisa jadi dahulu tombak-tombak tersebut digunakan sebagai sarana berlatih silat. Selain itu, foto Sang Jagoan terpampang simetris di salah satu sisi tembok rumah. Berada di tempat itu membuat imajinasi saya berkelana tak tentu arah. Rasanya seperti kembali ke beberapa puluh tahun yang silam. Saya bisa merasakan Sang Jagoan duduk di sebuah kursi di teras rumah, mengawasi para muridnya yang tengah berlatih silat di halaman. Mungkin adegannya mirip seperti Jackie Chan yang tengah mengajari Dre Parker kung fu di film Karate Kid versi tahun 2010.

Lalu..satu..dua…tiga… ciaaaaaaaaaaatttt!!!!

2 thoughts on “[Maunya] Belajar silat ke Louw Djing Tie

  1. Jejak perguruan Louw Djing Tie masih terasa sampai sekarang. Salah satunya di perguruan silat Perisai Diri yang pendirinya masih dalan garis ‘keturunan’ Louw Djing Tie. Dari Louw Djing Tie ke Hoo Tik Tjay ke Yap Kie San ke RM Soebandiman Dirdjoatmodjo. Masih ada beberapa perguruan lain juga, tapi sy ga hapal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *