January 1, 2016 jejakkakirani 0Comment
Jpeg
Auckland Castle

“Auckland??”

Hampir tak percaya ketika seorang teman mengajak berkunjung ke Auckland Castle. Imajinasi saya langsung terbang ke belahan bumi yang lain: New Zealand. Tapi ternyata, Auckland yang ini masih berada di Inggris, cuma sepelemparan baju dari Durham. Ah, lega!

Begitu turun di pemberhentian bis, saya sudah terpesona dengan moleknya kastil ini. Memang tak terlalu besar bila dibandingkan dengan Alnwick, tapi kastil yang sedang berbenah diri ini lumayan luar biasa.

Seklumit kisah tentang kastil adalah sebagai berikut. Kastil ini merupakan rumah dari Prince Bishop – seorang bishop dari County Durham – yang konon telah berusia kurang lebih sembilan ratus tahun. Konon, bishop di Durham ini dianggap sebagai seseorang yang terpandang karena bishop di tempat ini berperanan penting pada prosesi pelantikan Sang Ratu. Itu sebabnya katedral Durham menjadi salah satu katedral utama sehingga dianggap sebagai tempat ‘naik haji’ nya umat katolik di negara ini.

Layaknya tur kastil yang lain, kastil ini juga membolehkan para pengunjungnya menjelajah sudut-sudut tertentu tempat ini. Sejarah mengenai awal berdirinya tempat ini hingga kisah lukisan replika bishop terakhir dikisahkan oleh para pemandu kastil ini. Di salah satu ruang, sebuah grand design pengembangan kastil ini dipaparkan lengkap dengan maketnya.

Jpeg
Sesajen di kursi?

Yang menarik hati sebenarnya adalah kursi-kursi yang diberi semacam bunga atau mungkin mistletoe di atasnya. Mengingatkan saya pada kembang sesajen yang sering ditemui di beberapa keraton di Indonesia. Penasaran sebenarnya dengan maksud bunga di atas kursi tersebut tapi hingga pulang saya tak juga mendapatkan penjelasannya.

 

Jpeg
Deer Shelter

Keluar dari bangunan kastil, sebuah taman besar (sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai semi-hutan) lengkap dengan danau, sungai, dan pepohonan menanti untuk dijelajahi. Saya menemukan bangunan Deer shelter masih berdiri kokoh meski terkesan terlupakan. Mungkin karena letaknya di dalam hutan?

Entahlah!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *