August 2, 2016 jejakkakirani 0Comment

 

_DSC1242

Berulangkali saya melewati tempat ini. Tertarik, tapi entah mengapa selalu menunda mengunjunginya. Saya memang sejatinya bukan penggemar garis keras museum. Tapi bukan berarti saya tidak suka museum. Saya, lebih tepatnya, memilih museum dengan tema-tema yang unik untuk saya datangi.

Setelah beberapa kali melewati tempat ini, maka sehari sebelum  meninggalkan Praha, saya membulatkan tekad untuk berkunjung ke tempat ini: Museum Komunis Praha atau Museum of Communism. 

Museum ini, meski dibalut dengan dinding-dinding kusam bercampur aroma bangunan tua yang menguar tajam, adalah sebuah perhentian dari riuh rendahnya Praha. Perhentian dimana kita bisa melihat dibalik kemolekan dan gemerlapnya Praha saat ini, ada luka yang pernah tertoreh cukup tajam. Museum ini dengan lengkap mengungkap masa-masa Praha dibawah payung komunisme. Bagaimana awal mulanya dan apa yang menyebabkan Praha akhirnya memutuskan untuk bercerai dari komunisme.

Keberadaan museum ini dapat dibaca sebagai sikap resmi pemerintah Praha terhadap komunisme. Agaknya, pemerintah Praha sangat jera dengan komunisme yang pada akhirnya membuat Praha terpuruk. Sebagai sisipan, museum ini juga menceritakan seklumit kondisi di Korea Utara akibat paham komunis yang mereka anut sebagai dasar negara.

Dua jam lebih saya berada di tempat ini, menyimak satu per satu tulisan yang tertara dalam dinding-dinding museum. Penataan (display) museum yang terkesan jadul tak membuat saya enggan menelusuri segala kisah yang diungkapkan oleh museum ini. Meski sudut pandang yang diambil untuk mengisahkan komunisme di Praha terbilang mainstream, tapi sebagai sebuah museum, tempat ini bisa dianggap sangat sukses. Detail, informatif, dan suka atau tidak, tempat ini bisa membangkitkan sisi emosional pengunjungnya.

Salut!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *