January 11, 2017 jejakkakirani 0Comment

_dsc1556

Sebenarnya, rasa penasaran ingin tahu seperti apa sinagog – tempat ibadah umat Yahudi – itu sudah kerap muncul sejak lama. Di Indonesia sendiri, ada sejumlah sinagog di beberapa kota. Tapi, saya memang tak punya keberanian untuk berkunjung ke sinagog yang ada di Indonesia karena memang kesannya tertutup dan….ah, sudahlah!

Maka, ketika tak sengaja saya melewati Jewish quarter di Budapest dan melihat antrian wisatawan yang begitu panjang di depan loket sinagog ini, saya, tanpa pikir panjang lagi, langsung bergabung ke antrian tersebut. Suhu tiga puluh dua an derajat siang itu tak menyurutkan keteguhan hati mengantri tiket masuk ke Sinagog.

Seperti gereja, begitu persepsi saya ketika melangkahkan kaki masuk di tempat ibadat ini. Pagi ini, tak ada ibadah yang diselenggarakan. Sebagai gantinya, banyak turis yang berada di dalam menyimak cerita dari para pemandu atau sibuk memotret sana-sini seperti saya. Sungguh-sungguh mirip gereja. Boleh jadi Kristen dan Katolik mengadopsi interior sinagog ketika merancang gereja.

_dsc1558

 

Selain altar yang berisi pernak-pernik keperluan ibadah, di deretan bangkunya juga terdapat bantalan lutut tempat umat berjongkok. Berjongkok ketika berdoa? Entahlah! Sebenarnya saya tertarik untuk mengetahui tata cara ibadahnya. Atau bahkan, melihat secara langsung orang-orang Yahudi beribadah! Tak terliat orgel-orgel tua yang biasanya terdapat di gereja-gereja tua di Inggris. Pun sepertinya tak ada bangku khusus bagi paduan suara. Tak ada pula foto-foto santo atau rasulnya orang Yahudi. Yang ada hanyalan jendela-jendela berkaca patri berwarna-warni.

Yah, ini sinagog, Bro!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *