January 12, 2017 jejakkakirani 0Comment

IMG_2548

 

Boleh jadi semuanya diawali dari terlalu kerapnya bermain kwartet bertema heritage itu. Hingga, nama situs yang entah mengapa selalu terngiang adalah situs ini: Situs Batujaya. Maka, ketika ada kesempatan untuk mampir ke tempat ini dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Yogya, saya tak menyia-nyiakannya. Berbekal blog seseorang dan aplikasi Waze, tak sampai dua jam selepas keluar dari pintu tol Karawang/Rengasdengklok saya sudah berada di parkiran situs Batujaya.

Situs yang mayoritas candinya berbatu merah ini memang mengingatkan saya pada Trowulan, sebuah situs keren yang luar biasa luasnya yang terletak di Jawa Timur. Mengutip dari wikipedia, konon situs Batujaya ini merupakan situs percandian Budha kuna, dibangun sekitar abad ke 2 Masehi. Sayang, candi ini tak berbicara banyak atau memang saya yang tak mengerti apa yang sedang ‘diceritakannya’. Ditemani oleh penduduk lokal, saya menengok sekitar 5-6 candi yang terdapat di situs ini.

Berbeda dengan candi-candi di Jawa Tengah atau Jawa Timur, candi ini minim ornamen. Tampil polos namun tetap bersahaja. Warna merah batu candi tampak elok ketika berpadu dengan birunya langit. Menurut kisah bapak yang mengantar saya, pencarian candi-candi lainnya di situs ini masih terus dilakukan.

Sayangnya, saya harus bergegas meninggalkan tempat yang luar biasa ini. Perjalanan masih jauh dan saya tak ingin kemalaman sampai di rumah. Setelah mengucapkan salam perpisahan, lewat pematang sawah saya menuju ke mobil.

IMG_2556

 

IMG_2561

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *