January 13, 2017 jejakkakirani 0Comment

Cap ‘daerah merah’ atau red district lekat pada wilayah ini. Geylang! Siapa yang tak tahu reputasinya? Tapi, hari itu di suatu sore yang mendung dan terkadang diselingi rintik hujan, saya sengaja merambah ke daerah ini. Ah, bukan sengaja sih sebenarnya. Lebih tepat semacam blessing in disguise karena sebenarnya saya tertarik untuk mengunjungi Geylang Serai Market saja demi makanan enak, murah, dan halal. Hanya saja, setelah kenyang menyantap sup kambing dan segelas jumbo es teh tarik, saya jadi tertarik untuk menyusuri kawasan ini sejenak. Sambil berharap rasa kekenyangannya segera hilang tentunya.

Sore itu, saya mendapati Geylang dengan segala kecantikannya. Menyusuri Joo Chiat Road, deretan ruko-ruko jadul namun terawat menyapa saya. Beberapa hotel budget yang cukup terkenal macam Fragrance Hotel maupun Hotel 81 ada di sana. Tak terlalu riuh sore itu. Mungkin karena mendung. Dan boleh jadi Geylang baru gemerlap selepas langit berubah menjadi gelap. Menatap bangunan bangunan kuno terawat membuat saya tak bisa menahan hasrat untuk mengabadikannya lewat kamera. Cekrek, cekrek, cekrek!

Saya berjalan lagi perlahan, menikmati setiap pemandangan di depan yang begitu memanjakan mata. Menangkap sesuatu yang unik lalu memotretnya. Toko-toko di tempat ini banyak ragamnya. Mulai dari toko buah, resto, convenience store,  hingga agen tenaga kerja ada di sana. Ada juga dua buah masjid yang berada di sana. Namanya Masjid Taha dan masjid Khalid. Pada suatu percabangan,  saya seperti menemukan peti harta karun yang lain. Kalau selama ini cuma gedung-gedung tinggi yang terlihat di Singapura, kali ini saya menemukan perumahan layaknya perumahan-perumahan di Indonesia, meskipun rasanya seperti real estate jaman dulu. Di blok tertentu, model rumahnya sama persis! Mirip cluster-cluster di Indonesia.

Sayangnya, hujan turun meskipun rintik-rintik saja.  Sambil berjalan lebih cepat, saya memutar arah dan menyusuri kembali jalan yang tadi saya susuri. Saya memutuskan pulang saja. Meski akhirnya hujan pun berhenti, karena sudah terlalu sore maka saya tetap melangkahkan kaki menuju stasiun MRT terdekat. Dalam perjalanan pulang menuju stasiun MRT saya menemukan beberapa tempat yang membuat saya berhenti sejenak.

DSC_0537

 

IMG_8988

Deretan food court dan….gerai yang menjual gorengan lah yang saya temukan. Tak ragu, saya segera membeli sebungkus gorengan dan segelas teh tarik hangat. Menikmati gorengan dikala mendung dengan aroma wangi tanah basah sambil ditemani es teh tarik memang sungguh nikmat. Sementara itu, beberapa burung di jalan asyik juga menikmati remah-remah makanan dari meja sebelah.

Sore semakin tua. Saya segera meneguk habis minuman yang tinggal seperempat gelas. Bergegas saya meneruskan sisa perjalanan  menuju stasiun MRT.  Sementara di luar sana rintik hujan kembali datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *