January 21, 2017 jejakkakirani 0Comment

Nusa Lembongan, sebuah pulau kecil di tenggara pulau Bali beberapa tahun terakhir ini telah menjadi primadona baru pariwisata di Bali. Sepi, alami, cocok untuk mereka yang ingin leyeh-leyeh, berjarak sejenak dari riuhnya Kuta atau Sanur.

Waktu itu, jam setengah sembilan saya sudah berada di Pelabuhan Sanur. Maksud hati ingin menyeberang dengan speed boat menuju Jungut Batu tapi ternyata ketelatan. Meski baru berangkat seperempat jam lagi,  sudah tak ada kursi tersisa di speed boat tersebut. Terpaksa saya menggunakan speed boat yang lain dengan tujuan Mushroom Bay.Setengah jam diombang-ambing di tengah lautan. akhirnya sampai juga saya di Mushroom Bay. Setelah itu, karena datang bersama rombongan, maka saya memutuskan untuk menyewa pickup sebagai sarana transportasi mengelilingi pulau ini. Sengaja mengambil rute yang singkat agar sorenya bisa langsung pulang ke Bali.

Jungut Batu adalah pemberhentian pertama. Sebuah desa nelayan yang lengang, pantai bersih berair jernih, dan petani rumput laut yang tengah sibuk dengan rumput lautnya. Ketika pertama kali tiba, saya seperti menemukan sepotong surga di bumi. Suasananya yang sepi juga bikin betah. Tak jauh dari pantai, di sebuah balai desa, anak-anak sedang berlatih menari. Malas sebenarnya meninggalkan tempat ini tapi waktu terus berlari. Terpaksa saya segera beranjak dari semacam tembok pembatas, kembali menuju pickup untuk melanjutkan perjalanan.
IMG_0250
IMG_0251

IMG_0256

Melewati jalanan yang bergelombang dan berlubang-lubang akhirnya sampai juga di Mangrove Beach. Nongkrong sebentar di resto di pinggir pantai, kemudian saya memutuskan untuk menyewa jukung untuk menjelajahi hutan mangrove. Sebuah jukung muat hingga 4-5 orang. Satu jam lebih saya menyusuri hutan mangrove hingga puas. Seru! Apalagi jika jukung kami tersangkut pada akar bakau atau aliran air yang mendadak sedikit kencang membuat oleng jukung.

Mungkin memang seharusnya Nusa Lembongan tidak boleh didatangi dalam waktu sekejap saja. Selepas Mangrove Beach, beberapa tempat seperti jembatan kuning yang menghubungkan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan juga dikunjungi. Sisanya hanya mengelilingi pulau lalu kembali ke titik semula: Mushroom Bay. Ketika udara Sanur kembali dihirup, masih ada perasaan sesal meninggalkan Nusa Lembongan sesegera itu.

Kelak! Ya, kelak! Kita pasti bertemu lagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *