October 21, 2017 jejakkakirani 0Comment

Peak District di daerah Midland England memang membuat saya termehek-mehek. Pemandangannya yang ulala membuat saya ingin menjelajahi setiap kilometer perseginya. Sebagai info, desa cantik yang terkenal yang bernama Edensor itu berada di salah satu sudut Peak District. Bulan itu, di awal musim semi, saya kembali berkunjung ke Sheffield. Sheffield merupakan kota besar yang berjarak cukup dekat jika ingin menjelajahi Peak District. Berbekal brosur dan leaflet mengenai Peak District dan rute walking trail milik teman, saya memutuskan untuk menjelajahi suatu daerah(namanya saya lupa) yang menurut saya instagramable, medannya lumayan mudah, jalannya hanya sekitar tiga hingga empat kilo. Untuk menuju daerah ini, saya harus bergi ke Bakewell, sebuah desa cantik yang terkenal dengan produksi Bakewell puddingnya.

Hari itu hari minggu. Pukul sepuluh pagi saya tiba di Bakewell. Kalau menurut jadwal, bis menuju ke tempat tujuan baru tiba sekitar 45 menit lagi. Jadi, saya mampir dulu ke sebuah toko mungil untuk membeli Bakewell pudding. Lumayan, bisa jadi ganjel kalau lapar pas jalan-jalan nanti. Sekembalinya dari membeli cemilan, saya menuju ke halte bis. Ternyata, berdasarkan papan jadwal yang dipasang di halte tersebut, tidak ada bis hari itu yang menuju ke tempat itu. Ah, leaflet nya kurang lengkap nih! Saya lantas berusaha mencari cara menuju ke sana, dengan bantuan paman gugel tentunya. Namun, paman gugel pun berkata sama. Ya, sudah! Dengan kecewa saya menuju ke pinggir sungai lantas duduk-duduk saja di situ.

Saya memberitakan kabar menyebalkan ini kepada teman di Sheffield. Lantas dia memberi ide: walking saja di Monsal trail. Medannya gampang juga, kok!. Begitu ujarnya. Dan jalur ini melewati Bakewell. Singkat cerita, saya pun menjalankan saran teman. Monsal trail, menurut wikipedia, adalah sepenggal bagian dari jalur kereta api yang dibangun oleh Midland Railway, menghubungkan kota Manchester dan London. Monsal trail ini meliputi daerah yang dulunya adalah Manchester, Buxton, Matlock, dan Midland Junction Railway.

Hujan 

Awal perjalanan, cuaca cerah. Namun baru lima menit berjalan, mendung tiba. Langit gelap dan beberapa saat kemudian hujan turun. Tak lama. Namun mendung tetap berada di situ. Terus berjalan, medannya datar saja. Jalanan tak beraspal namun cukup mulus dan nyaman untuk dipakai jalan (di beberapa bagian dari jalur ini jalannya ada yang beraspal). Saya memang tak melakukan riset banyak mengenai jalur ini. Petunjuk arah mengatakan ujung dari jalur ini ada di Wye Dale. Jadi ya sudah, saya berpikir gampang saja. Saya akan berjalan hingga ujung jalur. Sementara, meskipun di awal perjalanan hujan turun, tapi karena merasa sudah mengenakan jaket showerproof ditambah jaket fleece , saya jadi tenang-tenang saja. Tapi saya lupa, saya tidak mengenakan bootsRunning shoes dan hujan bukanlah partner dansa yang baik. Lima belas menit setelah hujan pertama tadi, hujan susulan turun. Kali ini sedikit lebih deras. Saya masih terus berjalan. Hawa dingin mulai terasa, namun tak membuat saya patah semangat. Nyatanya, sepanjang perjalanan walking trail  ini, hujan datang dan pergi sesuka hati.

13,8 km 

Kebodohan kedua selain running shoes adalah, saya tak membaca panjang rute ini dari Blakewell menuju ujung rute. 13,8 km atau sekitar 8,5 miles adalah jarak yang harus ditempuh. Saya baru mengetahui kenyataan ini justru setelah menempuh setengah perjalanan.

Terowongan

Yang bikin saya keder ketika melakukan walking trail ini adalah, saya harus melewati sejumlah terowongan kereta api, 5 atau 6 jumlahnya. Meski di dalam terowongan itu ada lampunya, tapi bagi saya tetap gelap dan mengerikan. Saya memang punya fobia terhadap gelap. Terlebih karena sendirian, saya jadinya merasa insecure. Trik yang saya jalankan adalah, di pintu terowongan saya sengaja menunggu hingga ada beberapa orang yang datang lantas saya berjalan bersama mereka. Namun, di dua terowongan terakhir, karena sudah semakin sore dan hujan semakin deras, orang jarang yang lalu lalang di situ. Maka saya menggunakan fitur senter pada gawai pintar lantas berlari melintasi terowongan.

No sinyal

Sebenarnya, di tengah-tengah rute, saya bisa saja memotong rute untuk keluar ke jalan raya. Namun, saya tidak bisa begitu saja seenaknya memutuskan untuk keluar dari rute itu karena saya harus yakin, setiba saya di jalan raya nanti, saya akan bisa dengan mudah mendapatkan bis yang akan mengantar saya kembali ke Sheffield. Ketika saya mencoba mencari tahu lewat Google Map, sial! Tidak ada sinyal!  Sinyal HP memang barang langka di sepanjang rute ini.

Akhirnya 13,8 km + 1 km saya jalani. 13,8 km adalah rute Monsal Trail yang saya tempuh. Satu kilo yang lain adalah jalan dari ujung rute ke tempat pemberhentian bis yang akan membawa saya kembali ke Sheffield. Tubuh lunglai dan basah, kaki super pegal, celana jeans basah, kaki dingin, tangan keriput, kuku kebiruan, dan yang saya inginkan kala itu hanyalah secangkir coklat panas dan selimut hangat. Tapi saya mesti bersabar. Bis yang akan membawa saya ke Chesterfield (kota terdekat dari Sheffield) masih sekitar satu jam lagi. Bis yang langsung menuju Sheffield juga masih beberapa jam lagi. Hari Minggu, layanan transportasi publik, terlebih di daerah pedesaan memang langka. Ketika akhrinya bis datang, saya nyaris merangkak masuk ke dalamnya. Kaki saya sakit, nyaris sulit untuk diajak berjalan. Tiba di stasiun Chesterfield, dengan menyeret kaki saya masuk ke dalam stasiun dan menunggu kereta datang. Untung saja tiket kereta bisa dibeli online dan saya tinggal menunjukkan mobile ticket ke kondekturnya. Tiba di Sheffield, saya memutuskan untuk memanggil Uber. Sheffield adalah kota yang berbukit-bukit, dan untuk menuju rumah teman saya harus berjalan menanjak dua atau tiga menit. Saya tak sanggup lagi. Kini, ketika saya tak sengaja membuka kembali foto-foto Monsal Trail yang tersimpan di dalam laptop, saya hanya bisa tersenyum. Perasaan campur aduk memenuhi hati. Teringat perjuangan saya menaklukan jalur ini. Namun, ah, saya bahagia. Kalau tidak begitu, saya tidak akan pernah bisa melihat kecantikan Peak District dari sudut yang lain.

Selamat hari Sabtu, kawan!

Awal perjalanan
Tambahan satu kilo terakhir membuat saya bertemu dengan ini
Luar biasa!
Seperti di negeri dongeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *