March 25, 2018 jejakkakirani 0Comment

.

 

Enam jam sebelum meninggalkan Paris, saya menyempatkan diri untuk sekedar mampir membeli kudapan di sebuah toko roti kondang di kota ini.  Namanya “Du Pain et des Idées”. Kebetulan hari itu, diramalkan salju akan turun di Paris. Sedari pagi, semilir angin Paris sudah mulai sedikit menusuk tulang. Musim dingin secara resmi memang belum tiba. Tapi, tetap saja siang itu saya membungkus tubuh rapat dengan jaket sedikit tebal dan syal lebar.

Sebenarnya siang itu saya belum terlalu lapar. Pagi tadi, sarapan saya cukup berat. Dua buah croissant, sebuah pisang, dan semangkuk sereal dengan susu. Namun, udara dingin Paris agaknya membuat saya jadi ingin nyemil yang manis-manis ditemani secangkir kopi. Makanya, siang itu sambil menembus hujan yang tak lebat, saya menyusuri jalanan Paris menuju toko roti itu.

Toko roti di pojokan jalan itu tak begitu besar. Konon, toko roti itu merupakan toko roti tradisional. Baru saja saya membuka toko roti itu, bau harum semerbak telah menyambut. Perut saya mendadak memberontak! Di dalam toko, jejeran rak-rak etalase dipenuhi berbagai jenis pastry khas Perancis. Berulangkali saya menelan ludah; ingin rasanya membeli setiap jenisnya. Setelah memilih-milih akhirnya pilihan jatuh pada pain au bananes et au chocolat: roti coklat campur pisang. Segera saya menempatkan diri di barisan antrian, meski sebenarnya sudah tak sabar ingin segera merasakan legitnya roti coklat pisang itu. Setelah membayar di kasir, saya bergegas di luar.

Di emperan toko, terdapat dua buah meja kayu panjang beserta bangkunya. Segera saya duduk di situ, lantas mengeluarkan roti dari kantung kertas berwarna biru. Gigitan pertama….rasanya luar biasa! Roti coklat keju ala Prancis paling enak yang pernah saya rasakan. Gigitan kedua dan ketiga….lantas salju turun! Saya yang duduk di bangku sisi luar segera pindah tempat. Kali ini saya duduk menghadap ke jalan. Sambil mengunyah perlahan saya menikmati butir-butir saju yang meliuk-liuk di langit, perlahan jatuh ke bawah menempel ke aspal jalan, bangku kayu, hingga jaket warna krem yang saya kenakan. Sengaja saya berlama-lama di situ sambil sesekali menyesap kopi panas.

Ah, andai saja waktu terhenti saat itu!

Paris, roti coklat pisang, dan salju. Romantis!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *