April 19, 2018 jejakkakirani 0Comment

Apa yang kau harapkan dari sebuah coffee shop di Faro?

Sofa-sofa empuk? Colokan listrik? Wifi gratis? Suasana cozy dan instagramable?

Keberadaan O Sue Cafe di kota ini saya dapat dari papan informasi hostel. Konon, kafe ini termasuk kafe andalan di kota ini. Jaraknya sekitar sepuluh menit jalan kaki dari marina. Sebagai orang yang teradiksi kopi, menyesap secangkir kopi di coffee shop lokal pada saat jalan-jalan adalah wajib hukumnya. Maka, meski segelas jus jeruk telah tandas diteguk, tetap saja si coffee shop yang direkomendasikan oleh banyak orang (hasil menilisik di google) dikunjungi.

Sempat merasa gamang ketika pada akhirnya saya berdiri di sebuah gedung pertokoan yang terlihat sedikit usang, tapi melihat jejalnya pengunjung di sana membuat saya akhirnya masuk ke coffee shop itu. Berdiri di depan meja kasir sambil sedikit kebingungan, seorang pria setengah baya datang menghampiri. “Ada yang bisa dibantu?” ujarnya dalam bahasa Inggris yang cukup jelas.

Saya mengangguk sambil melirik ke daftar menu kopi yang terpasang di dinding kafe. Sedetik kemudian, saya cuma bisa menghela napas. Daftar menunya ditulis dalam bahasa Portugis. Seperti mengetahui apa yang sedang saya pikirkan, pria itu memberikan selembar daftar menu dalam bahasa Inggris. Lega, dan ucapan terima kasih bertubi-tubi saya ucapkan kepadanya. Lantas dengan cepat saya memesan secangkir meia de liete – espresso yang dicampur dengan susu dengan komposisi 1:1 – dan pastel de nata tentu saja.

Sejujurnya saya sedikit kecewa dengan kafe ini. Saya bayangkan, kafe ini akan menjadi tempat kerja saya selama di Faro. Namun, hingga akhirnya beranjak pergi dari tempat ini, saya tak berhasil menemukan colokan listrik di tempat ini. Seharian mengelilingi Faro, rata-rata kafe mempunya situasi yang mirip dengan O Seu. Tidak instagramable sekaligus bukan merupakan cowork space seperti layaknya kafe-kafe di negara-negara Eropa Barat lainnya. Di daerah turis, sempat saya menemukan sebuah kafe bergaya modern. Namanya Baixa Cafe. Entah ada colokannya atau tidak di sana…

Maka, jika ke Faro, lupakan ide bekerja di warung kopi. Sebab, tak ada Starbucks di Faro….

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *