January 4, 2019 jejakkakirani 0Comment

Akhirnya saya melakukan hal itu: melakukan perjalanan bersama beberapa orang teman. Ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk melakukan hal tersebut. Pertama, perkara moda transportasi. Kebetulan tempat yang ingin didatangi itu agak susah diakses dengan menggunakan transportasi publik. Menyewa mobil adalah pilihan yang masuk akal namun menyewa mobil sendirian sungguh membuat rekening bank jadi bersih tak bersisa. Kedua, saya teringat ucapan seorang teman beberapa tahun silam perihal travelling ramai-ramai. The more the merrier. Saya ingin membuktikan ucapan tersebut. Sesimpel itu, sih! Ketiga, saya merasa calon teman-teman yang akan jalan-jalan bareng ini cukup asyik. Jadi, mengapa tidak?

Saya tak ingin bercerita tentang bagaimana perjalanan ini berlangsung. Setidaknya, bukan di postingan ini! Tapi, saya akan menuliskan pendapat mengenai travelling rame-rame  yang tentu saja berdasarkan perspektif saya sendiri.

Sebagai seorang slow traveller alias seseorang yang nggak suka buru-buru kalau sedang jalan-jalan, travelling rame-rame itu jadi siksaan. Saya sungguh senang membenamkan diri dalam sebuah tempat, membaui bau tempat itu, menikmati setiap momennya, dan mengamati segala tingkah laku orang-orang di tempat itu. Itu sebabnya, saya pernah menghabiskan waktu lima hari berada di sebuah kota hanya karena ingin mengenal lebih dalam tempat tersebut. Nah, kalau rame-rame? Beberapa kali saya berjalan-jalan dalam sebuah grup baik grup kecil atau grup besar dan saya merasa kegiatan jalan-jalan ini hanya cuma ‘numpang absen’ saja. Datang, foto-foto, keliling-keliling sebentar lantas pulang.

Masalah kompromi sendiri sebetulnya bukan hal yang besar yang membuat saya jadi merasa harus berpikir ulang untuk melakukan perjalanan rame-rame. Sejak awal saya memang sudah ‘memutar tombol’ ekspektasi hingga ke arah paling minimal. Tapi, tetap saja perasaan ‘ah…andai saja’ itu muncul.

Meski begitu, bohong bila saya berkata bahwa saya tak bisa menikmati perjalanan rame-rame itu. Saya masih tetap bisa menikmatinya meski tidak setotal ketika berjalan-jalan sendirian. Buat saya, proses keluar dari zona nyaman itu seasyik jalan-jalan itu sendiri. Namun jika ditanya apakah saya akan mengulangi travelling rame-rame lagi?  Untuk saat ini tidak, deh! Eh, kecuali jalan-jalannya bersama teman-teman LIKE Indonesia….

Note: featured image is from Busy Backpack’s facebook

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *