January 5, 2019 jejakkakirani 0Comment

Andalusia telah berada dalam bucket list sejak beberapa tahun silam. Maka, ketika di awal musim panas 2018 saya mendapatkan untuk mengunjungi Andalusia, betapa girangnya saya! Empat kota di Andalusia akan saya jelajahi: Granada, Cordoba, Sevilla, dan Malaga. Sebenarnya, perjalanan ke Andalusia ini bukan murni untuk jalan-jalan saja. Ada konggres yang harus diikuti di Granada. Sebelum berangkat, supervisor nomor dua sudah mewanti-wanti: jangan lupa ke Alhambra ya!

Alhambra pada mulanya adalah sebuah istana sekaligus benteng yang dibangun pada masa pemerintahan keemiran Granada. Setelah Granada ditaklukan kembali oleh pasukan Kristiani, tempat ini lantas menjadi istana bagi Raja Ferdinand dan Isabella. Meskipun beberapa bagian dari istana ini diubah menjadi bergaya (arsitektur) Renaisans, namun sebagian besar kompleks ini masih bernafaskan arsitektur Islam. Melangkahkan kaki memasuki Istana Nasrid, saya tercekat. Bukan karena arsitketurnya yang megah namun nyaris setiap jengkal dinding di istana ini dihiasil oleh lafal la ilaha illallah – tiada Tuhan selain Allah. Tanpa disadari, saya pun ikut berzikir, berulang kali menyebut kalimat itu di dalam hati. Sementara lamat-lamat, terdengar seorang pramuwisata tengah menjelaskan kepada sekelompok wisatawan mengenai kekhalifahan Andalusia. Menapaki lantai marmer istana, tak hentinya saya berdecak kagum akan kemegahan tempat ini.  Entah berapa puluh atau mungkin ratus orang yang ikut andil dalam pembangunan Alhambra.

Siang itu,  temperatur udara nyaris menyentuh tiga puluh lima derajat celcius. Setelah meneguk air mineral, saya mencari pojokan yang sedikit lapang lalu membiarkan diri tenggelam dalam lamunan. Bunyi gemericik air di taman istana ini serasa membuai dan membuat saya seolah absen dari dunia nyata. Saya membayangkan bagaimana rasanya bangun di pagi hari dalam sebuah kamar indah lagi hangat, lalu setelah turun dari tempat tidur dan membuka jendela, terlihat pemandangan kota Granada yang tersusun dari rumah-rumah kotak lagi masif bercat putih berpadu dengan warna dedaunan dan langit biru. Pasti istimewa sekali!

 

 

 

Selain istana Nasrid, Alcazaba, Charles V Palace dan Generalife adalah tempat-tempat di kompleks ini yang wajib kunjung dan, halo para milenial, tempat-tempat ini sangat instagramable, loh! Namun dari kesemuanya itu, tempat yang menjadi favorit kedua setelah istana Nasrid tersebut adalah…..Generalife! Mengapa? Tersebab istana musim panas milik Sang Emir ini begitu menawan dan tamannya sungguh cantik. Di suatu sore, saya menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di Hill of the Martyrs. Dari tempat ini, Generalife terlihat begitu cantik. Warna bangunannya yang putih bersih kontras dengan hijaunya dedaunan.

Dua kali saya mendatangi tempat ini, namun rasanya tak pernah puas juga. Entah kapan saya akan kembali ke tempat ini. Saya harap sih, sesegera mungkin. Dan seperti yang sudah-sudah, setiap kali menapakkan kaki di Puerta de la Justicia, saya akan selalu berkata: assalamu’alaikum, Alhambra!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *