August 1, 2016 jejakkakirani

Di pojok taman, sambil memandangi perahu yang berseliweran di Sungai Avon, kedua pasangan itu bertukar kecupan. Tangan mereka saling bertautan, tak sekalipun terlepas. Saya cuma bisa gigit jari. Iya, sih! Bath memang romantis. Bagi pecinta bebatuan dan arsitektur masa lampau, tidak ada tempat yang jauh lebih romantis dari sebuah candi…

March 3, 2016 jejakkakirani

  Kami hanya bisa memelototi peta yang ada di tangan. Tujuan kami jelas:  Cho Dan Sinh, sebuah pasar yang menjual barang-barang perang. Dalam persepsi kami berempat, Cho Dan Sinh adalah sebuah pasar permanen besar yang bahkan dari luarnya pun telah terlihat barang-barang yang diperdagangkan: seragam tentara, topi tentara, sepatu, mungkin…

March 3, 2016 jejakkakirani

Usianya sekitar sebelas tahun. Bocah laki itu berlari ke sana kemari. Berkejar-kejaran dengan kawan-kawannya. Sesekali menarik-narik rambut teman perempuannya yang sedang sibuk membantu ibunya berjualan di jukung mereka. Saya tak tahu siapa nama bocah itu. Keterbatasan bahasa telah membuat kami tak saling bertegur sapa. Tapi bukan berarti tak saling kenal….

March 3, 2016 jejakkakirani

Tak sengaja saya menemukannya! Sebuah kios berpintu biru yang didalamnya terdapat bilik kecil kombinasi kaca dan kayu bercat biru pula. Dan sebuah kotak berwarna keperakan ada didalamnya. Teleboutique, begitu tulisan yang tertera di atas pintu masuk kios tersebut. Saya cuma bisaI terperangah. Masih ada wartel di Marrakech?? Lalu ingatan saya…