October 12, 2015 jejakkakirani 1Comment

Menapaki jembatan yang berada di atas Sungai Wear membuat saya mendadak teringat akan pemaparan tentang desa di Inggris yang sering ditemukan di buku novel anak karangan Enid Blyton. Durham, sebuah kota kecil di County Durham. Jaraknya cuma 15 menit naik kereta api dari kota terbesar di wilayah northeast: Newcastle, telah berhasil membuat saya merasa sedang berada di Inggris yang sebenarnya! Hari minggu itu langit yang mendung dan cuaca yang lumayan dingin menemani lawatan saya di salah satu heritage citynya Inggris. Durham di hari minggu cukup ramai. Banyak orang yang datang ke sana. “Meski weekend toko-toko di sini tutup awal,” begitu kata teman…

August 7, 2015 jejakkakirani

Langit masih gelap, ketika belasan manusia berjejal di depan sebuah loket kecil. Beberapa merapatkan jaketnya yang tak terlalu tebal sambil mengulurkan rupiah ke penjaga loket. Belum juga antriannya menyusut, serombongan bule datang lengkap dengan kamera dan lensa telenya, berjalan sedikit tergesa dan segera menempatkan diri mereka di barisan antrian itu. Meski matahari masih terlelap dalam tidurnya, tapi Punthuk Setumbu sudah ramai. Mereka dan juga saya berada di sini untuk satu hal: menikmati sunrise dan lansekap indah di tempat ini! Setelah tiket di tangan, bergegas saya mulai menapaki jalan setapak yang sudah dipaving menuju ke puncak bukit. Tiada lampu yang menerangi kecuali…

July 24, 2015 jejakkakirani

Secangkir kopi di penghujung pagi terasa sempurna. Sambil duduk nongkrong di sebuah warung kopi yang bertetangga dengan sebuah pesantren, saya tengah mengalami suatu pengalaman ngopi sambil melukisi batang-batang rokok. Lasem, sebuah kota kecamatan di ujung utara-timur Jawa Tengah, kota terakhir sebelum masuk ke wilayah Jawa Timur, memang sangat terkenal kopi leletnya.  Sebelum berangkat, saya sempat melakukan riset singkat lewat dunia maya dan mendapati istilah ‘kopi lelet’.. Wah…ada apa dengan kopi lelet Lasem? Di warung kopi John di jalan Soditan ini saya pada akhirnya Suasana siang itu sepi. Kami memilih duduk di pojokan. Memesan lima cangkir kopi. Sambil menunggu kopi datang, saya diberi sedikit cerita…

July 24, 2015 jejakkakirani

Kampoeng Code Jam setengah lima sore. Di pinggir sungai Code saya duduk menikmati sisa mentari, sebelum kemudian hilang dan langitpun menggelap. Sementara itu, segerombolan anak-anak Code sedang bermain di sungai. Saling menyirati, mencari ikan, sambil sesekali tertawa-tawa kegirangan. Tapi agaknya kedatangan saya sore itu mendistraksi anak-anak yang sedang bermain. Beberapa menghampiri saya dan teman, kegirangan melihat kamera SLR dan gadget yang kami bawa. Bak model, mereka langsung bergaya. Minta difoto. Olala…rupanya narsisme memang telah menjadi milik semua orang! Sementara teman saya sibuk menjadi fotografer para generasi cilik Code, saya mulai menyusuri lorong-lorong Code. Sekaligus menelusuri maha karya…