July 24, 2015 jejakkakirani

Kampoeng Code Jam setengah lima sore. Di pinggir sungai Code saya duduk menikmati sisa mentari, sebelum kemudian hilang dan langitpun menggelap. Sementara itu, segerombolan anak-anak Code sedang bermain di sungai. Saling menyirati, mencari ikan, sambil sesekali tertawa-tawa kegirangan. Tapi agaknya kedatangan saya sore itu mendistraksi anak-anak yang sedang bermain. Beberapa menghampiri saya dan teman, kegirangan melihat kamera SLR dan gadget yang kami bawa. Bak model, mereka langsung bergaya. Minta difoto. Olala…rupanya narsisme memang telah menjadi milik semua orang! Sementara teman saya sibuk menjadi fotografer para generasi cilik Code, saya mulai menyusuri lorong-lorong Code. Sekaligus menelusuri maha karya…

June 26, 2015 jejakkakirani

Selamat datang di Laweyang Tertarik dengan rumah-rumah kuno di Laweyan, maka di suatu Senin siang yang mendung saya, bertiga dengan teman memutuskan untuk blusukan ke Laweyan. Dengan memanfaatkan kereta Prameks, kami berangkat menuju Stasiun Purwosari di Solo. Sampai di Solo, kami memutuskan untuk modal dengkul saja alias jalan kaki menuju Laweyan dari stasiun. Tidak begitu jauh juga sebenarnya. Lagipula saat itu semangat backpackeran sedang merajai hati kami. Saat itu kami ingin mencoba merasakan jalan-jalan ala backpacker seperti yang biasa kita lakukan jika sedang blusukan ke negara tetangga. Berbekal google maps dan segepok perasaan ‘sok tahu’, akhirnya sampai juga kami di Laweyan. Di mulut…

June 15, 2015 jejakkakirani

Imigrasi Malaysia di suatu hari. Antrian tidak begitu panjang. Dan giliran saya tinggal beberapa saat lagi. Saat-saat yang mendebarkan. Entahlah! Dari sekian banyak rentetan yang harus dilalui kala traveling, berada di depan meja imigrasi untuk mendapatkan stempel di paspor rasanya luar biasa. Saya segera mengulungkan paspor ke petugas ketika giliran saya tiba. Petugas itu membuka-buka paspor, mencocokkan foto di paspor dengan wajah saya, memeriksa entah apa lagi, dan kemudian berkata dengan bahasa Melayu,”Punya tiket pulang?” Alih-alih menjawab dengan bahasa Indonesia, saya menjawab dengan bahasa Inggris sesempurna mungkin sambil mengulungkan tiket pulang,”This is my ticket, Madam! I will be back to Indonesia next…

June 15, 2015 jejakkakirani

Belum sampai lima menit saya menulis kicauan di akun  twitter mengenai ‘kuliner di Rembang di mana saja ya’, sebuah balasan datang. Setelah perkenalan singkat, maka teman baru itu menawarkan untuk menemani saya berburu kuliner pesisiran khas Lasem dan Rembang. Tulisan di bawah ini adalah rangkuman beberapa kuliner di Rembang dan Lasem yang sayang bila dilewatkan begitu saja. SATE SREPEH Sate Srepeh Tidak sah jika sudah sampai Rembang tapi belum pernah mencoba sarapan Sate Srepeh, begitu kata beberapa blogger. Maka pagi itu, saya diajak Pop sarapan sate srepeh. Sate srepeh adalah sate ayam berkuah santan yang dimakan dengan nasi dan sayur…